ketahuilah kawan, banyak hal yang telah dilakukan grafitasi kepada kita, mulai dari hal sepele seperti membuat air dikamar mandi tetap berada diember, mejadikan api lilin mengarah keatas, menjaga rok kaum hawa tetap menutupi bagian bawah tubuhnya, sampai membuat bumi bulan tetap berada pada orbitnya. Bagaimanapun grafitasi itu betul-betul keren.
Tapi tau nggak?, hal seperti inilah yang telah membingungkan saya sejak kecil, waktu smp saya pernah bertanya pada seorang teman sebangku tentang mengapa suatu benda bisa jatuh kebawah, jawabannya singkat. “bodoh kali kau, itu karena grafitasi bumi”, memang sih jawabannya betul. tapi bukan jawaban seperti itu yang kuharapkan. bagaimanapun anak sd juga tau, masalahnya jawaban itu malah membuat pertanyaan yang baru. “Mengapa grafitasi bumi itu ada?”, nggak mungkinkan, kalo kita bertanya langsung pada bumi?
kita mulai dari cerita newton
jawaban nya baru saya ketahui saat kelas 1 SMA. seorang ilmuan gondrong yang bernama Newton memberikan penjelasan lewat buku teks wajib fisika sma. katanya sih, suatu benda yang memiliki massa akan cendrung memberikan gaya tarik kepada benda bermassa yang berada didekatnya. gaya ini disebut gaya grafitasi, besarnya gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak benda (aku akan selalu ingat rumus ini karena dulu nilai fisika ku pernah hancur lebur karena aku lupa rumus ini). persamaan ini biasa disebut dengan persamaan pangkat terbalik. agar persamaan ini balance, maka ditambahlah konstanta grafitasi universal yang besarnya sangat kecil sekali. waktu itu saya cuma senyam senyum menyaksikan persamaan legendaris tersebut, dengan kata lain semua benda dapat menimbulkan gaya grafitasi, tapi mengingat konstanta grafitasi sangat kecil hanya benda-benda yang bermassa sangat besarlah yang memilki grafitasi yang dapat diamati, tak salah bumi memiliki grafitasi karena menurutku bumi itu cukup berat. dengan kata lain pertanyaan “mengapa grafitasi bumi itu ada ?” telah terjawab dan saya dapat hidup dengan tenang.

tapi tunggu dulu, pertanyaan baru muncul lagi. mengapa sebuah benda bermassa cendrung menarik benda yang berada didekatnya? , atau lebih tepatnya mengapa benda bermassa dapat memancarkan gaya grafitasi?, . huh…. tampaknya hidupku belum tenang. kayaknya kita butuh teori baru dalam menyelesaikan masalah ini (lho emangnya siapa yang nyari masalah?).
Si Einstein punya cerita lain
ternyata Einstein punya cerita menarik, ingat nggak relativitas umum?. relativitas umum ya, bukan relativitas khusus, kalo relativitas khusus kan tentang gerak benda. tapi kali ini kita bicara tentang grafitasi bos, makanya kita bahas relativitas umum.
Sebenarnya relativitas umum diterangkan oleh Si Einstein dengan kalimat metematika tingkat tinggi yang elegan, tapi tenang saja kita tidak ada matematika disini, tentu saja kau sudah tau alasannya bukan?, yah karena aku sangat alergi dengan matematika seperti itu
relativitas umum menerangkan bahwa bermassa cukup besar dapat melengkungkan dimensi ruang dan waktu. hebatkan?, dimensi ruang aja ada 3 dimensi ditambah satu dimensi waktu, jadi macam mana pulak menggambarkan dimensi ruang dan waktu yang melengkung.
memang sih secara akal sehat sulit untuk dipikirkan, karena kita adalah mahluk yang telah terbiasa dengan dunia yang empat dimensi. tapi siap bilang akal kita selamanya harus sehat, kita boleh menambahkan sebanyak apapaun dimensi didalam pikiran kita koq.
Mungkin kita bisa ilustrasikan begini, coba bayangkan sebuah garis. kita tentu tau bahwa suatu garis lurus lurus itu adalah benda satu dimensi, jika garis tersebut melengkung maka dibutuhkan paling tidak kertas yang dua dimensi untuk menggambarkannya, sekarang gimana pula kalau garis itu melengkung ke dimensi ketiga, bayangkan lingkaran pegas yang spiral, maka garis itu telah memasuki dimensi ketiga, walaupun pada kenyataannya garis tersebut tetaplah satu dimensi. hal yang sama juga terjadi ketika kita mencoba melengkungkan kertas yang dua dimensi, maka secara otomatis kertas tersebut telah memasuki dimensi ketiga. Nah bagitulah kira kira dimensi ruang dan waktu menjadi melengkung dipikiran Einstein. untuk membayangkan kelengkungan ini setidaknya kita harus berpikiran lima dimensi. kelengkungan ruang dan waktu ini menurut relativitas umum disebabkan oleh massa benda, semakin besar masa beda semakin besar kelengkuang ruangan-waktu, kalo kita ibaratkan dimensi ruangan dan waktu itu selembar kain yang dua dimensi, ketika suatu benda bermassa agak berat di taruhkan kan diatas diatas kain tersebut akan melengkung, jika ada benda yang lain diatas kain tadi, benda tersebut akan mengalir mengikuti kelengkungan itu dan akhirnya mengarah pada benda yang berat tadi yang berada dipusat kelengkungan, dengan kata lain bukan benda itu yang menarik benda tadi. tapi kelengkungan kainlah yang membuat mereka bergerak.
kelengkungan ruang dan waktu inilah yang dimaksud relatifitas umum sebagai medan grafitasi. jika tiba-tiba ada benda memiliki massa yang sangat besar sekali diletakkan diatas kain sehingga kain tersebut tidak mampu lagi menahan kelengkungan nya sendiri dan akhirnya akan bolong, kalau kain tersebut kembali kita anggap lagi sebagai dimensi ruang dan waktu, maka terciptalah ruang-waktu bolong. beginilah cerita aneh tentang lubang hitam dibuat. belum lagi kalo tiba-tiba suatu benda masif tersebut tiba-tiba bergetar, maka terciptalah getaran ruang dan waktu yang dengan se enaknya dinamakan sebagai gelombang grafitasi. ayolah kawan apakah sampai disini anda masih mengerti apa yang sedang kuceritakan?, kalau tidak lupakan saja. aku sendiri juga tidak mengerti tentang apa yang kukatakan. toh sampai sekarang belum ada yang bisa menunjukkan kelengkungan ruang dan waktu, apalagi gelombang grafitasi, perlu antena massa sebesar bumi untuk mendeteksinya, pembuktian paling kuat untuk teori ini adalah ditemukan adalah pembelokan cahaya yang terjadi ketika melintasi daerah didekat bintang yang lumayan masif.
Jadi intinya menurut relativitas umum grafitasi terjadi karena kelengkungan ruang dan waktu, teori ini mudah dipakai untuk benda benda besar misalnya dalam skala kosmis, tapi sulit dipakai untuk benda-benda kecil dalam skala atomik. dan tetap saja butuh pembuktian lebih lanjut
apa cerita Fisika Kuantum?
dengan menulis fisika kuantum maka artikel ini akan terlihat lebih keren, walaupun sebenarnya pembahasan utamanya adalah grafitasi. Tapi ingat kawan, semakin dasar sebuah pertanyaan maka semakin rumitlah jawaban pertanyaan itu. buktinya sekarang kita sampai membawa-bawa istilah yang sangat disegani dalam fisika seperti: relatifitas umum dan fisika kuantum, hanya untuk membahas grafitasi.
sebenarnya sih bukan fisika kuantum, lebih tepatnya fisika partikel. karena kata “kuantum” terdengar lebih elegan maka tak masalahkan kalo kata itu saya pinjam?, walaupun pada sebenarnya fisika partikel lebih dahsyat dari fisika kuantum.
menurut fisika partikel, semua gaya disemesta ini disebabkan karena interakasi. yaitu adanya partikel yang dipertukarkan oleh dua benda atau lebih yang saling berinteraksi. misalnya gaya elektromagnetik terjadi karena dua buah benda yang bermuatan listrik mempertukarkan partikel foton diantara mereka, jadi tak heran gaya disebut juga dengan istilah interaksi. seperti interaksi grafitasi, interaksi nuklir kuat, interaksi nuklir lemah, dan interaksi elektromagnetik.
Oleh karena interaksi grafitasi hanya bekerja pada benda bermassa, maka pada model ini diperkenalkanlah bahwa grafitasi terjadi karena dua benda bermassa saling mempertukarkan suatu partikel. gaya grafitasi merupakan gaya yang sangat lemah tapi dapat bekerja pada jarak yang jauh maka partikel yang dipertukarkan ini mustilah memiliki massa yang sangat kecil atau nol dan bergerak sangat cepat atau secepat kecepatan cahaya. Partikel ini mereka namai dengan nama grafiton.
kalo cerita ini dikaji secara fisika dasar, maka partikel ini tentulah melawan hukum kekekalan momentum, karena waktu patikel ini dipertukarkan selayaknya benda yang mempertukarkannya mengalami gaya tolak-menolak (ingat kawan, gaya grafitasi itu selalu tari-manarik). tapi supaya kita tidak bingung, maka anggap sajalah partikel ini tidak pernah berlajar hukum (he..he he saya becanda). para ilmuan menjelaskan bahwa partikel ini sesungguhnya adalah partikel virtual jadi tidak memiliki momentum.
satu lagi yang membuat saya agak keberatan menerima model ini, sampai sekarang tidak ada satu pun ilmuan yang sudi menangkap partikel ini dan menunjukkannya kapada saya. Bahkan dibuku-buku fisika pun saya tak pernah melihat fotonya secara langsung. keberadaaan partikel ini cuma dijelaskan dengan beberapa deret angka diikuti oleh tanda-tanda integral berikut persamaan-persamaaan mengerikan yang membuat perut saya mula-mual.
Tapi itulah grafitasi kawan, salah satu gaya dari keempat gaya legendaris yang ada didunia yang fana ini belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Karena kalau kita terus mencari jawabannya maka kita akan bertanya lagi “kenapa massa itu bisa ada?”, dan setelah itu pertanyaan nya berumbah menjadi “kenapa materi itu bisa ada?”. dan akhirnya berujung kepada “kenapa dunia ini ada?”. maka jawaban pamungkasnya adalah “karena begitulah adanya”
Filed under: Cosmomania, ILUSISAINS | Tinggalkan sebuah Komentar »








