disinilah aku sekarang, di ruangan yang hanya seukuran 2 x 1,5 m, suatu tempat yang terpenting untuk urusan buang hajat. ruangan ini yang bisa disebut oleh orang dengan nama kamar mandi. terjebak di ruangan seperti ini tidaklah menyenangkan. tapi inilah bagian dari petualangan yang mesti kujalani sekarang. petualangan yang betul-betul memalukan. terjebak di kamar mandi sendiri.
Semua terjadi begitu saja. tanpa ada yang tau dan tak ada yang peduli, aku tiba-tiba terjebak disini. sejauh ini kutahu tak ada yang dendam kusumat terhadapku sehingga dengan teganya mengurungku disini. kawan kos ku pun bukan tipe manusia yang suka mengurung orang dikamar mandi hanya untuk memenuhi nafsu bercanda mereka. tapi mengapa aku bisa terperangkap disini dan kenapa pintu ini secara tiba-tiba tak bisa dibuka?, padahal sudah setengah mati aku mendorongnya. setahuku tidak ada yang mengunci pintu ini kecuali aku sendiri, itu pun dari dalam dan sudah kupastikan kuncinya sudah kubuka.
kembali kudorong pintu ini lagi, mungkin ini usaha yang ke 19 kalinya, namun pintu ini tetap tak bisa dibuka, ingin rasanya berteriak minta tolong. pasti kawan-kawan kos ku akan datang membatu, tapi rasa gengsi mencegahku melakukan itu, rasa gengsi itu harus kubayar dengan terjebak disini selama setangah jam, ironis memang. tapi ketahuilah kawan, gengsi itu memang mahal dan sedikit menyakitkan. sekali lagi kudorong pintu yang keras kepala ini dengan kekuatan penuh, tak sedikit pun pintu sialan ini bergeser. seperti hukum newton III, pintu ini memberi aksi saat kuberi daya dorong, namun ini bukan saatnya memainkan teori fisika, biarlah newton beristirahat ditempat pembaringannya yang terakhir.
Apa yang harus kulakukan?, Aku mulai frustasi. aku tak mau menghabiskan semua sisa hidupku dikamar mandi. Bagiku jauh lebih baik tidak mandi berhari-hari dari pada tinggal di kamar mandi berhari-hari. pikiranku mulai membayangkan yang aneh-aneh, mungkin semua yang ada dikamar mandi ini termasuk, ember, gayung sabun, sikat gigi, bros kain, bros WC serta pintu sialan ini telah bersekongkol menjebakku karena kamar mandi ini jarang sekali kubersihkan. Tapi harap maklum aku mahasiswa yang merasa dirinya sibuk.
Akhirnya 15 menit kemudian aku bebas, bebas dari penjara kamar mandi, betul-betul lega, walaupun pada kenyataannya sebagian orang memang lega saat keluar dari kamar mandi, tapi kali ini leganya punya makna yang dalam. agar kejadian ini tak ter ulang lagi, ku tempelkan tulisan pada bagian dalam pintu kamar mandiku. Tulisan itu berbunyi : ‘TARIK’





