ilusi disimpang sumber

Sore yang melelahkan di simpang sumber (daerah terpenting bagi mahasiswa yang mau memasuki kawasan USU dari Jalan J.Ginting). Saat pulang dari kampus aku berdiri disana sambil menikmati donat paha ayam favoritku yang bari kubeli seharga Rp 1.000, sore itu aku memang cukup beruntung, karena harga donat itu sewaktu-waktu bisa naik menjadi Rp 1.500 tanpa ada alasan yang jelas. Sangat tak bisa diprediksi.

Dijalan ini, Jalan sumber yang panjangnya hanya sekitar 100 meter itu ini, selalu menjadi jalan terpadat pada jam sibuk, sampai-sampai manusia yang jalan kaki saja bisa macet. Belum lagi ulah para penarik becak dengan gaya elegan memutar becaknya dijalan becek yang lebarnya hanya selebar kamar kos ku, tindakan itu selalu mengundang ucapan kebun binatang para pengguna jalan yang lainnya, aku kecewa diantara ucapan kebun binatang itu tidak ada yang menyebut binatang lucu seperti semut,nyamuk, kelinci, kangguru, panda atau kupu-kupu.

Disimpang sumber ini juga aku sering melihat polisi yang sibuk melayani mahasiswa harapan bangsa yang ingin bernegosiasi dengan pak polisi gara-gara tadi ia tertangkap tidak memakai helm atau pun tertangkap menunggangi sepeda motor dengan gaya melawan arah. Aku tidak begitu tahu apa yang mereka negosiasikan tapi kelihatannya mereka cukup akrap, Semoga persahabatan mereka berkekalan.

Namun kenapa tiba-tiba aku ada seorang cewek cantik tersenyum manis kearahku? ya paling tidak dia masih kelihatan cantik saat dilihat dari jarak 7 meter. kembali kupastikan apakah dia betul-betul tersenyum atau bibirnya yang memang lebar, tapi benar dia tersenyum, aku hanya diam dan memasang tampang sok kalem, tampang itulah yang telah sukses mempertahankan rekor jombloku selama ini. Tapi akhirnya Aku mulai gugup juga karena dia terus tersenyum seperti itu kepadaku, maklumlah lebih dari 21 tahun hidup didunia belum pernah kulihat ada cewek yang dengan hati iklas tersenyum seperti itu padaku. Memang sih sebelumnya ada cewek yang tersenyum padaku, tapi aku tau bukan senyuman yang iklas, tapi senyuman penuh kepentingan, misalnya senyuman seorang salesman supaya produknya kubeli, senyuman praktikan yang ingin jurnalnya ku-acc, senyuman seorang mahasiswi yang minta komputernya kuinstalkan, senyuman yang minta diberi conte’an waktu ujian, senyuman supaya tak diusir dari lab ketika tak dapat menjawab responsi yang kubuat, atau senyuman-senyuman lainnya. Tapi kali ini berasal dari orang yang sama sekali tak kukenal, kalaulah senyuman ini memiliki suatu maksud, pastilah maksudnya mengerikan, aku mulai menggigil. aku tak punya keahlian menghadapi sutuasi yang seperti ini.

Selanjutnya dia berjalan mendekatiku, aku mulai salah tingkah. Dan setelah jarak cukup dekat ia mengatakan sesuatu “hai say… koq kamu biarin aku nunggu disitu sendirian sih?”. jantungku hampir copot.

Untunglah akhirnya aku sadar saat melihat kebelakang, ternyata dia tidak berbicara padaku tapi pada seorang laki-laki yang berada dibelakangku, mingkin anak ini pacarnya. aku juga baru sadar senyumnya tadi juga bukan buatku. Sial betul.

Setelah itu aku langsung cabut meninggalkan dua insan manusia yang tak muhrim itu berbincang sekehandak hati mereka, aku tak peduli dan aku tak mau mengungkit kejadian yang memalukan itu lagi.

Tetapi kenapa sekarang aku malah menulisnya di blog ini?, … ah bodoh sekali.

2 Tanggapan

  1. Ha ha ha….
    ini sih bukan ilusi, tapi pengalaman lucu…
    tapi, ini fakta atau fiksi?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.