halo kawan, pernah kah anda tersetrum listrik?, aku pernah. aku pernah tersetrum karena secara tidak sengaja memegang instalasi listrik yang terkelupas.
aku pernah tersetrum ketika memperbaiki bola lampu yang divonis sudah putus, ketika itu kuperbaiki lampu yang masih dipasang pada instalasi listrik, ekstrim memang dan hasilnya pasti kamu sudah tahu, MCB rumahku langsung putus, kontan saja aku dimarahi oleh orang tuaku.
aku juga pernah tersetrum ketika membongkar komputer di lab, seperti biasa komputer yang kubongkar itu masih menyala, dan aku diberinya kenang kenangan sebesar 15 Volt arus dc, dan kompuer tersebut tetap aja rusak.
aku pernah tersetrum dengan sengaja, yaitu ketika penasaran apakah listrik dirumahku sudah hidup atau belum, dengan cara yang bodoh sekali, men colokkan paku kedalam stok kontak, saat tersetrum itu aku langsung sadar listrik rumahku memang masih hidup.
aku pernah tersetrum saat berenang di sungai. disana ada orang yang menyetrum ikan, tentu saja aku juga tersetrum seperti ikan, rasanya hampir sama dengan memasukkan tangan kita kedalam akuarium yang dialiri listrik, sangat tidak nyaman.
aku juga pernah tersetrum ketika salah memasang rangkaian trafo, trafonya tiba-tiba meledak membuat jantungku hampir copot, kejadian itu terjadi di lab. akibatnya aliran listrik untuk gedung unit 10 fakultas mipa tidak dilaliri listrik selama satu harian, aku tak perlu bangga mengakui bahwa itu adalah ulahku dan sebagai kawan, aku minta tolong pada kalian jangan bicarakan masalah ini dengan siapa-siapa, biarlah ini tetap menjadi rahasia.
kejadian yang tak kalah ekstrimnya adalah ketika aku tersetrum karena hanya memegang bagian yang seharusnya tak boleh dipegang pada generator listrik rumahan. hasilnya tanganku terasa seperti dipukul sebanyak 50 kali dalam sedetik oleh suatu kekuatan virtual, kenangan itu akan selalu kuingat.
ada ada lagi membuatku kaget setengah mati adalah saat memegang terminal aki, benda ajaib yang biasa disebut baterai basah itu hanya memiliki tegangan 12V tapi saat disengatnya tubuh terasa dimasuki oleh aura aneh dan seolah-olah ada hantu yang terus menarik tanganku supaya tetap lengket pada terminal aki tersebut sungguh benda yang berbahaya.
Sekarang pertanyaannya Adalah bagaimana orang bisa tersetrum?. jawaban singkatnya adalah karena disana ada arus listrik, yah singkat sekali.
mungkin filosofi tentang listrik dapat kita buat lebih sederhana, kita dapat menganggap bahwa listrik adalah elektron yang bergerak. untuk kasus ini anggap saja begitu. walaupun dosen elektronika ku akan memarahiku kalau aku berkata seperti itu (suka-sukak ku lah, yang punya bog ini aku). karena dalam teorinya yang bergerak adalah muatan, dan tidak selamanya dibawa oleh elektron. elektron cuma kurir muatan negatif. pergerakan muatan ini yang biasa disebut orang arus listrik, hampir mirip dengan arus sungai lah, tapi yang mengalir bukan air, melainkan muatan listrik, perlu diingat arah arus selalu berlawanan dengan arah elektron. karena patokan arus adalah banyaknya muatan listrik positif yang mengalir dalam suatu penampang, sedangkan elektron sudah terlanjur dianggap bermuatan negatif.
Jika arus sungai mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, maka arus listrik mengalir dari potensial tinggi kepotensial rendah, perbedaan potensial ini sering disebut dengan beda potensila atau lebih kerennya “tegangan”. semakin besar tegangan maka semakin berhasratlah arus untuk mengalir, karena alasan inilah saya jadi tidak heran kenapa voltese di Indonesiakan menjadi tegangan.
jadi tegangan hanya medorong arus untuk mengalir, sedangkan yang membuat badan kita menggigil tak karuan seperti orang yang kesurupan adalah arus, yah arus lah sang penjahat sejati. Ayo kita gonikan arus itu
kembali kemasalah setrum menyetrum. mungkin anda mempunyai teman yang jahil sehingga mengetrum telinga anda dengan pemantik mancis, kalau kita mau melihat lebih dalam, bahkan lebih dalam dari sumur sekalipun, pemantik mancis itu dapat menghasilkan tegangan ratusan bahkan sampai ribuan volt lho. Tak heran sampai elektronnya tersembul keluar dari kawat tembaga yang bisa kita lihat seperti percikan api. coba rasakan sekali lagi, kalo perlu berikan kuping anda kepada teman anda yang jahil tersebut untuk disetrum sekali lagi (saya akan senang hati apabila ditunjuk menjadi teman yang jahil itu), rasanya tak lebih hanya seperti dipetik sedikit saja.
Tapi tahukah anda bahwa ada orang yang jantungnya bisa berhenti mendadak karena tersetrum aki yang hanya bertegangan 12 Volt?.
sekali lagi, berbahaya atau tidaknya setruman yang mengenai kita tergantung pada arus, bukan tegangan. Analoginya seperti ini: coba bayangkan kita berdiri sebuah gedung yang tinggi, jika tak ada gedung pohon pun boleh lah, tinggi gedung itu dapat kita ibaratkan sebagai tegangan, tapi perlu diingat setinggi apapun gedung tempat kita berdiri itu bahkan walau tingginya sampai satu kilometer sekali pun, ketinggian itu tidaklah membahayakan kita selama anda tidak berniat terjun kebawahnya.
Artinya sebesar apapun tegangan listrik yang kita pegang tidaklah berpengaruh sedikit pun selama tidak ada arus yang mengalir pada tubuh kita. tapi ketika ada arus yang mengalir, maka semuanya telah selesai. diibaratkan anda melompat dari atap rumah, walaupun rumah itu cuma dua lantai, ketinggian itu sudah cukup membuat kita berteriak aduh (jangan lakukan ini dirumah, ataupun diluar rumah).
Oleh karna itu kita tak perlu heran ketika melihat seekor burung yang dengan seenaknya bertengger di kabel listrik bertegangan tinggi, karena pada kenyanyataannya tidak ada arus yang melewati tubuh burung itu, kalo tak pertaya silahkan tanyakan langsung pada burung tersebut. Analogi ini hampir sama dengan kita yang tidak jadi melomcat dari gedung yang tinggi tadi
Oleh karena itu, dalam kasus pemantik mancis, anda tidak perlu memarahi teman jahil anda, kerana disitu arus listriknya sedikit, walaupun tegangannya sampai ribuan volt.
pada dasarnya tubuh manusia mempunyai batas tegangan untuk dapat disetrum, misalkan ketika kita memegang sebuah bateray, maskipun bateray tersebut dapat mengalirkan arus, namun arus tersebut tidak dapat mengaliri tubuh kita karena tegangannya terlalu kecil untuk mendorong arus melewati kulit kita. makanya saya sarankan kepada anda untuk menjauhi sumber arus listrik yang mempunyai tegangan yang lebih basar dari sebuah baterai.
lalu apa bedanya tersetrum oleh arus ac dan dc?, mungkin kita pernah tersetrum lalu tangan terasa terasa bergetar, atau kita pernah tersetrum dan tangan kita terasa lengket, ini tergantung pada jenis arus apa yang menyetrum kita, mungkin kalo penasaran anda dapat menyetrumkan diri pada PLN dan setelah itu pegang lah terminal AKI, lalu rasakanlah bedanya (mending jangan deh…).
kali diingat lagi, arus ac atau arus bolak balik mempunyai arah yang bolak balik, dapat dibayangkan arahnya kadang kadang kesana dan kadang-kadang kemari, tak konsisten memang, tapi begitulah kenyataannya. arus PLN adalah arus ac, dia mondar mandir masuk masuk dan luar rumah kita lima puluh kali satu detik, walaupun meteren listriknya yang kita lihat tidak maju mundur juga. coba banyangkan kalo meterannya maju mundur, maka PLN yang katanya sudah rugi malah tambah rugi. ingat yang dihitung meteran adalah daya bukan arus, karena daya selalu positif maka jumlah tagihan yang kita keluarkan setiap bulannya juga positif. meraka ternyata sangat bijaksana untuk menghitung daya, bukan menghitung arus.
Untuk memuaskan rasa ingin tahu sekarang marilah kita akan siap-siap memengang arus PLN (sungguh suatu percobaan yang menegangkan), atau begini saja, kalo anda takut biarlah saya memegangnya sendirian. … tidak-tidak, saya juga takut. baiklah, begini aja, kita ingat terakhir kalinya kita tersetrum arus PLN gimana rasanya. Kalo anda lupa rasanya silahkan setrum diri sendiri untuk sekedar mengingatkan, saya nggak ikut.
Saat tangan kita memegang arus ac walaupun cuma satu terminalnya, maka dalam seketika tangan kita akan diliri arus,tangan menjadi bermuatan, selanjutnya kareta arusnya bolak balik, muatan ditangan kita juga berubah-ubah sebanyak besarnya frekuensi arus ac tersebut, arus PLN mempunya frekuensi 50 Hz, artinya muatan listrik tangan dapat kita berubah-ubah sebanya 50 kali selama satu detik, hebat bukan. Hukum coulomb terlanjur menyatakan muatan yang sejenis akan tolak menolak, muatan yang tidak sejenis akan tarik menarik, gaya coulomb bermain ditangan kita, akibatnya tangan kita rasanya seperti dipukul sebanyak 50 kali perdetik oleh listrik tersebut ketika tersetrum. itulah sebabnya ketapa ketika memegang arus PLN kita merasakan ada sesuatu yang bergetar dengan sendirinya.
Arus dc punya cerita tersendiri. Arus ini tidak mempunyai frekuensi, lawong arusnya cuma satu arah, jadi tujuanya jelas, arus ini selalu mengalir dari tegangan positif ketegangan yang lebih negatif, jika anda dengan senang hati memberikan jalan kepada mereka melalui tubuh anda, tanpa malu-malu mereka akan menerimanya dengan senang hati pula, asalkan tegangannya cukup. Disini hukum coulomb yang arogan itu bermaian lagi, tubuh anda dianggap bermuatan lebih negatif dari pada sumber tegangan positif, dan dianggap lebih positif oleh sumber tegangan negatif. akibatnya kedua terminal tersebut seolah-olah menarik tangan anda seperti tidak mau lepas selamanya, sekarang tangan anda terasa lengkat ke ter. Hati-hati kawan, kalo arus seperti ini melewati jantung anda, maka detaknya akan menjadi tidak menentu, atau bisa jadi berhanti mendadak. tapi tenang saja. biasanya jantung bisa di starter ulang lagi. walaupun keberhasilannya sangat diragukan.
bukankan peralatan medis dirumah sakit memiliki alat untuk menstarter jantung berupa sebuah benda yang mirip setrika, masih ingat kan. kalo tidak. yah lupakan saja.
Oleh karena itu kawan, anda berniat ingin tersetrum saya anjurkan untuk pilih-pilih arusnya dulu, mau yang terasa lengket atau yang rasanya seperti menendang. itu semua tergantung selera anda




